Kebingungan Tentukan Intel atau AMD di PC Rakitan? Ini 5 Bedanya

Intel dan AMD sebagai dua manufacturing besar yang telah populer lewat produk processor-nya. Selainnya Intel dan AMD, ada manufacturing Apple yang telah menghasilkan chip untuk keperluan computer bikinannya sendiri. Nach, untuk beberapa orang yang ingin membuat atau membuat sebuah PC, penyeleksian processor kemungkinan masih jadi hal yang cukup memusingkan.

So, ini kali kita akan mengulas ketidaksamaan dari ke-2 processor itu. Chip yang mana pas buat kamu tentukan? Apa benar ke-2 nya mempunyai detail dan perform yang paling berlainan? Yok, baca artikel di bawah ini.

1. Socket sebagai penyambung ke motherboard

Walau sama bekerja sebagai otak dari sebuah computer, Intel dan AMD ternyata mempunyai tipe socket yang paling berlainan. Nach, socket sendiri sebagai penyambung di antara processor dengan motherboard, dapat disaksikan dari segi processor tersebut atau dari segi motherboard-nya.

Intel populer dengan socket sejenis LGA atau land grid array. Umumnya, socket pada Intel akan dideteksi lewat seri yang cukup bermacam , misalkan LGA 1155, LGA 1150, LGA 1200, LGA 1700, dan lain-lain. Di lain sisi, AMD lebih umum kenakan socket namanya AM, FM, dan sTRX, misalkan AM2, AM3, AM4, FM1, FM2, sTRX4, dan lain-lainnya.

Sekarang ini, Intel terkini ialah Core i9 angkatan keduabelas (seri Extreme dan standar)dengan frekwensi capai 5,0 GHz. Di sini, Intel memakai socket LGA 1700 sebagai penyambung ke motherboard. Dalam pada itu, chip paling kuat AMD ialah Ryzen seri Threadripper 3990X bersoket sTRX4 yang kelasnya ada di atas processor secara umum.

2. Kompatibilitas

Nach, apabila sudah pahami ketidaksamaan dari sisi socketnya, kalian dapat menyaksikan kompatibilitas dari Intel dan AMD tersebut. Dalam kata lain, socket yang lain akan hasilkan keputusan yang lain untuk adopsi motherboard di pasar. Misalnya, LGA Intel 1155 cuma dapat terpasangkan ke motherboard bersoket LGA 1155 karena dia direncanakan untuk memuat Core i3, i5, dan i7 angkatan kedua dan 3.

Begitu halnya AMD. Pilih chip dari tim merah ini pasti bawa imbas pada keputusan kalian dalam tentukan motherboard. Janganlah sampai salah saat menentukan dan beli motherboard karena papan khusus ini cuma mempunyai tipe socket yang pas untuk CPU tertentu.

Di lain sisi, penempatan processor ke motherboard lumayan gampang untuk dilaksanakan. Lihat arah dan code fisik yang terpajang pada processor yang kalian membeli. CPU Intel umumnya mempunyai sepasang lekukan di dua segi body, dan code di sudut processor yang dibikin supaya kita tidak salah memasang. AMD juga mempunyai code khusus yang diperlihatkan di body processor agar tidak keliru dalam memasangnya ke motherboard.

3. Bagaimana berperforma?

Penulis pernah memakai dua manufacturing dari processor, yaitu Intel dan AMD. Secara pemula, pasti bedanya tidak terlihat jelas. Beberapa faksi mengatakan jika Intel dapat dihandalkan untuk beberapa fungsi yang kompleks, misalkan ubah diagram, rendering, dan gaming. Dalam pada itu, AMD dipandang lebih powerful untuk perform gaming saja.

Kalian dapat membaca dan melihat ulasan dari perbedaan ke-2 nya disebelah perform atau overclock. Pada umumnya, AMD punyai kelebihan di kecepatan transfer file, tetapi ini punya pengaruh ke memory intern yang jadi lebih kecil. Di lain sisi, Intel dipandang lebih konstan, walau tidak mempunyai kecepatan transfer file dengan tinggi AMD, program Intel dalam multithread dipandang lebih oke.

Pada beberapa eksperimen yang diuraikan dalam situs Tom’s Hardware, tersingkap jika processor AMD memang mempunyai score tinggi untuk keperluan gaming, khususnya untuk kemampuan dalam soal fps atau frame rate per second. Di lain sisi, Intel terlihat lebih powerful bila diukur berdasar keseluruhnya perform, dimulai dari gaming dan beberapa fungsi yang lain.

Well, bukan itu saja, pengetesan yang sudah dilakukan juga kompleks, terhitung tes kecepatan dan perform multithread. Hasilnya bermacam, AMD seringkali melampaui Intel. Tetapi, perform Intel juga sering ada di atas processor AMD . Maka, keputusan untuk beli sebuah processor masih tetap ada di tangan kalian, ya!

4. Khusus untuk bermain games, sedikit ada ketidaksamaan yang kelihatan

Ada betulnya bila ada yang ngomong jika AMD lebih kuat untuk dipakai gaming. Walau perlu riset lebih dalam, bisa dibuktikan jika processor AMD mempunyai GPU bawaan untuk tampilkan diagram yang lebih bagus daripada punya Intel. Itu penyebabnya, keseluruhnya rakitan PC akan berasa tambah murah bila memakai processor AMD.

Yap, tanpa VGA external, processor AMD yang dimasukkan GPU tambahan umumnya telah mampu jalankan beberapa game yang cukup berat. Nach, proses double ala-ala AMD berikut yang diberi nama APU atau accelerated processing unit . Maka, ada CPU yang sanggup jalankan gaming dengan lumayan, membuat beberapa orang tak perlu keluarkan dana lebih buat sebuah VGA external.

Di lain sisi, Intel nampaknya cukup kedodoran dalam masalah ini. APU pada Intel terang tidak dapat menaklukkan kekuatan APU bikinan AMD. Perihal ini pula yang membuat chip bikinan Intel berasa tambah mahal dan terbatas. Banyak gamer yang harus lebih ongkos untuk penempatan VGA external dan digabungkan dengan processor Intel. So, sampai sini, kalian telah pahami ketidaksamaan ke-2 nya di bidang gaming, kan?

5. Memproses program berat

Beberapa orang lebih jagokan Intel bila harus bermasalah dengan pemrosesan data program yang berat. Masalahnya kemampuan memory intern dari processor Intel memang lebih lega hanya karena konsentrasi pada performa pemrosesan data. Dalam pada itu, AMD yang mempunyai ciri-ciri data transfer cepat memang lebih pas untuk diperuntukkan sebagai mesin gaming. Bahasa simpelnya, Intel menjadi processor yang dapat lakukan apa saja secara seimbang.

Satu kembali, pengalaman dari penulis memakai dua manufacturing ini, temperatur maksimal yang berada di processor Intel kelihatan lebih konstan dibandingkan dengan AMD. Walau nilainya tidak jauh terpaut, temperatur panas yang bertambah terang akan mempengaruhi performa hardware. Dengan management temperatur yang lebih bagus, PC gaming berbasiskan Intel masih dipandang ramah pada pendingin konservatif, misalkan kipas casing.

Tetapi, tidak boleh salah, AMD keluaran terkini telah mempunyai management temperatur yang lebih bagus, lho. Walau begitu, pada umumnya, pemrosesan program berat seperti multimedia akan jalan lebih maksimal bila dilaksanakan oleh processor Intel, khususnya angkatan terkini. Kemungkinan itu penyebabnya Intel lebih memimpin pasar processor dunia walau AMD mulai merayap naik dekati kompetitornya itu.

Nach, bagaimana? Dapat deskripsi mengenai langkah pilih processor, kan? Entahlah itu Intel maupun AMD, pilih sesuai anggaran dan keperluan kalian. Janganlah sampai salah tentukan karena PC akan digunakan dalam periode saat yang lumayan lama, oke!

Sumber :