Keuntungan Industri IT Selama Pandemi COVID-19

Gang Ye adalah contoh sebagian orang yang bisa merasakan manisnya madu di tengah pandemi COVID-19. Ketika banyak perusahaan gagal karena ekonomi lesu, Gang Ye berhasil memantapkan dirinya sebagai miliarder baru di Singapura. Dia berhasil mengumpulkan kekayaan 14 triliun rupee berkat game “Free Fire”, yang semakin populer selama pandemi! Bisnis game juga tumbuh menjadi salah satu industri IT yang meraup untung di masa pandemi COVID-19.

Keuntungan-Industri-IT-Selama-Pandemi-COVID-19

Kisah sukses Gang Yes menjadi bukti bahwa pandemi telah meninggalkan cerita sedih

tidak hanya bagi para karyawannya. Namun, ada juga industri IT yang diuntungkan dan melesat ke puncak selama pandemi COVID-19. Dari bisnis game hingga e-commerce, inilah industri IT yang meraup untung di tengah pandemi COVID-19.
Layanan streaming menjadi solusi pembunuh jenuh

Layanan streaming mulai dari yang gratis hingga berbayar telah berhasil mendulang banyak pelanggan di masa pandemi. Untuk mengusir kebosanan, orang-orang yang secara fisik menjauhkan diri memilih layanan streaming untuk menghabiskan waktu di rumah. Anda dapat mendengarkan musik di Spotify, menonton drama dan film asli di Netflix, dan menonton serial web di YouTube!

Oleh karena itu, layanan streaming menjadi bisnis yang menjanjikan selama pandemi

karena tidak memerlukan kontak dekat dan dapat diakses dari mana saja. Fakta menakjubkan bahwa pengguna Netflix tumbuh 15,8 juta di seluruh dunia selama pandemi COVID-19, lho!

Anda yang tertarik dengan bisnis ini dapat memulai dengan saluran YouTube. Misalnya dengan membuat konten berkualitas yang layak dilihat di masa pandemi. Bisa berupa tutorial memasak, make-up, keseharian, atau bahkan produksi web series yang semakin diminati di Indonesia.
Pengiriman makanan tanpa kontak

Pandemi COVID-19 juga berdampak positif pada bisnis pengiriman sembako. Layanan pesan-antar makanan Go Food dan Grabfood juga meraup untung. Orang-orang sangat enggan untuk meninggalkan rumah mereka sehingga mereka memilih untuk mengirim makanan, yang dapat mengurangi risiko bertemu orang lain.

Grab dan Gojek pun cepat mengenali peluang bisnis ini! Sejak awal wabah COVID-19, mereka telah menerapkan sistem pengiriman tanpa kontak! Dengan begitu, konsumen akan lebih tenang saat menggunakan layanan ini. Pesanan juga bisa ditempelkan di pintu gerbang atau handle pintu dan diletakkan di lokasi tertentu tanpa harus menemui pengemudi.
Bisnis e-commerce meroket

Dengan perubahan perilaku pelanggan dari offline ke online

selama pandemi, e-commerce juga mendapatkan keberuntungan! E-commerce di Indonesia mengalami lonjakan keuntungan selama pandemi karena orang lebih memilih model belanja nirsentuh. Anda dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus keluar rumah. Beli saja di e-commerce dan barang akan dikirim langsung ke depan pintu Anda!

Selain itu, e-commerce memiliki sistem pemasaran yang ditargetkan. Mereka menghadirkan berbagai penawaran menarik untuk memanjakan konsumen, seperti gratis ongkos kirim, promo, flash sale, bahkan diskon besar-besaran untuk kebutuhan new normal. Memang, e-commerce adalah yang terbaik untuk memanfaatkan kesulitan.

Salah satu e-commerce yang terkena dampak positif COVID-19 adalah Shopee. Transaksi pembelian konsumen di Shopee meningkat hingga 25 kali lipat selama Big Ramadan Sale. Menariknya, miliarder Gang Ye memiliki 10% saham di perusahaan induk Shopee, Sea Group. Juga, secara tidak langsung, Gang Ye mendapat keuntungan dua kali lipat dari dua jenis bisnis yang dia lakukan!
Kerja jarak jauh mendorong bisnis cloud naik 26% hingga 31%!

Pengenalan transformasi digital di perusahaan berkembang lebih cepat karena pandemi COVID-19. Usaha yang awalnya beroperasi di kantor, kini berpindah-pindah dari rumah ke rumah. Menerapkan kerja jarak jauh juga mengharuskan perusahaan untuk mengadopsi teknologi cloud. Dengan bantuan cloud, perusahaan dapat memigrasikan beban kerja ke cloud. Nantinya, karyawan dapat mengakses semua data secara terpusat di cloud hanya dengan login.

Anda juga tidak harus berurusan dengan data yang tidak dapat dikirim karena terlalu besar dan masalah teknis lainnya. Cloud dapat membuat perusahaan Anda lebih efisien dan produktif, bahkan ketika karyawan tidak dapat saling berhadapan.

Sebuah survei oleh Flexera 2020 State of the Cloud Report menemukan bahwa penggunaan cloud meningkat 26-31% di seluruh dunia selama pandemi. Ini menyarankan

LIHAT JUGA :

https://www.chip.co.id/x8-speeder/
https://teknosentrik.com/yandex-blue-china/
https://teknosentrik.com/45-76-3345-76-33-x-44/
https://teknosentrik.com/111-90-150-204-video/
https://www.chip.co.id/sedekah-cf/
https://www.i4startup.id/vsco-mod-apk/
https://www.chip.co.id/higgs-domino/
https://www.chip.co.id/vsco-mod-apk/
https://www.i4startup.id/gta-sa-lite/
https://www.sudoway.id/cara-menggunakan-lulubox/
https://www.atursaja.com/2129/cara-menghilangkan-suara-vokal-pada-lagu-di-youtube/
https://www.atursaja.com/1338/cara-top-up-ovo-di-indomaret/
https://www.atursaja.com/2285/cara-mengetahui-password-wifi-yang-sudah-terhubung/
https://www.atursaja.com/1964/cara-daftar-internet-banking-mandiri-online/
https://dolanyok.com/x8-sandbox-apk/
https://liga-indonesia.id/x8ds-com-china-apk/
https://snapcard.id/
https://www.masukptn.id/
https://teknosentrik.com/185-62-l53-200/
https://teknosentrik.com/18-di-google/