Periode praksara: Pengertian, Pembagian, Peninggalan, Jenis

Periode praksara: Pengertian, Pembagian, Peninggalan, Jenis

Pahami Zaman Praaksara

Masa Praaksara, juga sering disebut sebagai periode non-keberagaman, adalah masa ketika manusia purba tidak tahu apa-apa tentang menulis. Seluruh dunia memiliki periode pra-literal yang bervariasi dari satu tempat ke tempat lain.

Periode-praksara-Pengertian-Pembagian-Peninggalan-Jenis

Istilah “preaksara” menggantikan “zaman prasejarah” yang diyakini keliru karena, meski asing dengan tulisan, orang-orang purba yang hidup saat ini sudah memiliki sejarah dan melahirkan budaya.

4 cara membagi waktu Praaksara

Berikut adalah jenis-jenis zaman Praaksara berdasarkan geologi, yaitu:

Arkaecum

Periode ini paling tua, kurang lebih 2.500.000.000 tahun. Saat itu kulit bumi masih panas. Akibatnya, tidak ada kehidupan hari itu. Kapan kehidupan muncul?

Paleozoikum

Nah, saat itu kehidupan mulai bermunculan. Usia sekolah dasar sekitar 340.000.000 tahun. Saat itu, makhluk hidup muncul sebagai mikroorganisme, ikan, amfibi, reptilia, dan hewan lain tanpa tulang punggung.

Mesozoikum

Periode ini juga bisa disebut sebagai usia menengah atau menengah, sekitar 140.000.000 tahun. Pada Abad Pertengahan jenis reptilia ini mencapai tingkatan yang paling tinggi, sehingga hari ini disebut juga dengan jaman reptile. Setelah zman ini berakhir, masih ada kehidupan lain, seperti burung dan mamalia. Namun, populasinya masih sangat rendah.

Sayangnya, pada saat itulah spesies reptil mulai terancam punah.

Neozoikum

Era ke-4 ini sering disebut sebagai era baru. Periode ini dibedakan menjadi dua zaman, yaitu:

Usia Tersier atau Ketiga

Usia tersier sekitar 60.000.000 tahun. Periode ini ditandai dengan berkembangnya jenis mamalia seperti monyet.

Usia seperempat atau keempat

Era Kuarter ditandai dengan adanya kehidupan manusia, hingga saat ini merupakan periode terpenting, yang kemudian terbagi menjadi dua zaman, yaitu Pleistosen dan Holosen.
Lihat juga: √Ballok: definisi, properti, rumus dan elemen

Pleistosen atau Dilluvian berlangsung sekitar 600.000 tahun. Era ini ditandai oleh manusia purba.

Holosen atau Alluvian bertahan sekitar 20.000 tahun dan terus berkembang hingga saat ini. Periode ini ditandai dengan munculnya spesies Homo sapiens yang saat ini memiliki ciri mirip manusia.
Peninggalan Zaman Praaksara

Berikut ini adalah beberapa peninggalan zaman Praaksara yaitu:

peninggalan prekompeten

Kapak Sumatera

Kapak Sumatera atau (kapak kerikil) adalah kapak buatan tangan yang terbuat dari batu besar, dihancurkan atau dihancurkan. Interior lebih dari yang dibutuhkan dan eksterior yang lembut dibiarkan begitu saja.

Kapak Sumatera terletak di Kjokkenmoddinger di pantai timur Sumatera antara Medan dan Aceh.

Ax diinduksi

Kapak ini terbuat dari batu dengan pegangan. Sumbu digunakan dengan mencengkeram. Kapak berfungsi untuk memotong kayu dan kulit binatang, serta untuk mematahkan tulang binatang buas.

Sumbu yang dipindai adalah peninggalan Zaman Batu kuno yang ditemukan di banyak wilayah Indonesia. Kapak pemukul dan kapak tangan digunakan dengan orang tua Pithencantropus.

Kapak tangan

Pada zaman kuno, kapak tangan memiliki bentuk yang mirip dengan kapak dan perancah, tetapi ukurannya lebih kecil. Kapak tangan memiliki berbagai fungsi seperti memotong kayu, menggali gumpalan, memotong daging hewan dan keperluan lainnya.

Kapak pendek

Kapak pendek adalah kapak tangan berbentuk setengah lingkaran dengan ujung lancip yang dapat digunakan untuk memotong daging atau benda lain dengan mudah.

Menhir

Menhir adalah peninggalan dari orang-orang kuno. Menhir berbentuk seperti tiang atau tiang batu yang berdiri di atas tanah. Menhir digunakan untuk memuja roh nenek moyang manusia purba.

Sebagian besar menhir ditemukan di daerah pegunungan seperti Palembang, Bengkulu, Gunung Kidul, Ngada, Rembang, Talang dan daerah lainnya.

Pisisan

Pisisan adalah pabrik batu dengan landasan. Dalam kasus ini, borok yang sama digunakan untuk menghancurkan benih. Tapi bentuk urinnya rata dan halus.

 

Baca Juga :

https://adiwahyuromadhani.blog.uns.ac.id/alight-motion-pro/
https://adiwahyuromadhani.blog.uns.ac.id/video-bokeh-museum/
http://rosdiana.stkipdamsel.ac.id/distribusi-frekuensi/
http://rosdiana.stkipdamsel.ac.id/alight-motion-pro/
http://pgpaud.fip.unp.ac.id/alight-motion-pro/
http://pgpaud.fip.unp.ac.id/reboisasi/
http://serisekarsari.bm.uma.ac.id/pengertian-pers/
http://blog.upnyk.ac.id/ellen-blog/425/artikel-review-alight-motion-pro
http://10109113.blog.unikom.ac.id/review-alight.87b